Mempelajari Macetnya Ibu Kota Yang Bikin Kita Tua Dijalan

Rata - rata setiap orang menghabiskan waktu 5 jam sehari dijalan. macetnya kota jakarta memeng membuat kita TUA DIJALAN. Lebih dari kapasitas kendaraan entah itu mobil atau sepeda motor yang tumpah dijalan yang membuat semakin padat merayap rapat - rapat. Sangat diperlukan kesabaran yang sangat extra untuh perjalanan ke kantor, ke kampus, atau ke tempat tujuan karena tidak memerlukan waktu yang cukup untuk segera sampai.
Ada beberapa alternatif yang disediakan oleh pemerintah yakni kereta dan trans jakarta busway, itupun sama macetnya karena sangat banyak orang yang naik kereta maupun busway jadi harus mengantri tiket dan menunggu kedatangannya. Itu belum termasuk didalam kereta atau bsway yang sangat penuh oleh umat manusia.

Lewat jalan tikus atau jalan pintas dan itupun juga sama mecetnya, tidak ada lagi alternatif yang efektif dan nyaman jadi diperlukan sebuah pemahaman.
Jakarta daerah pinggiran atau perbatasan itu macetnya sangat rusuh ribet banget, ada kopaja, angkot, metromini nge-tem ada juga truk sampah yang jalannya pelan banget. Kadang ada orang yang nglawan arus jalan entah pakai motor, gerobak, atau sepeda. Banyak juga orang yang nglanggar lampu merah, berhenti melebihi garis batas penyebrangan penuh sampai tulisan BELOK KIRI JALAN TERUS tak berlaku lagi karena penuh dengan kendaraan.
Kita harus pahami jalan - jalan yang rawan macet atau jalan yang sedang ada perbaikan dan kita harus pahami juga jam - jam macet atau jam - jam sibuk. Jam macet pertama waktu berangkat kerja mulai dari daerah pinggiran atau perbatasan adalah jam 06.30 sampai jam 09.30. Dan kalau daerah perkantoran atau kota setiap saat macet mulai jam 08.00. Jam macet kedua waktu pulang kerja ini mulai jam 17.00 sampai jam 22.00.
Jadi saat waktu macet tersebut jalanan arah sebaliknya sangat sepi maka kita harus pintar - pintar pilih tempat, yang paling aman adalah tinggal di kota dan bekarja di pinggiran. Seperti tinggal di Menteng dan bekerja di Simatupang jangan sebaliknya, tinggal di Cibubur dan bekerja di Kuningan itu akan sangat parah.

Jakarta pada siang hari, penghuninya bisa sampai 13 kali lipat dari jakarta pada malam hari. Dikarenakan penduduk luar wilayah yang bekerja di kota jakarta seperti di Bogor, Depok, Bekasi, Tangerang, Kerawang, Cikampek.
Sepinya Jakarta kalau hari sabtu pagi minggu tanggal merah atau pas lebaran. Hari sibuk yakni hari rabu sama jumat itu pasti macet parah.
Jadi untuk orang yang pengen mencari kerja di jakarta berpikirlah jutaan jangan hanya sekali. Untuk tinggal bekerja atau hanya untuk jalan - jalan. Jakarta bukan seperti 12 tahun yang lalu jakarta sudah sangat penuh,
 malah hampir lumpuh dan tenggelam.

Lebih enak kerja di didesa yang tidak memikirkan pekerjaan yang sangat berat karena hidup hanya sekali jadi nikmatilah jangan di buat hampir setengah mati.
Dibalik kekayaan dan kesuksesan orang tersimpan suatu masalah yang sangat berat, sebenarnya orang kaya itu dibalik kekayaanya terdapat masalah yang lebih susah dari pada orang yang sederhana. Seperti kejadian mempunyai seorang anak yang baru lahir ketika anak baru bangun dan melihat orang tuanya sudah berangkat kekantor, dan ketika orang tuanya pulang anaknya sudah tidur terkadang orang tuanya harus dinas di luar kota untuk beberapa minggu dan begitu seterusnya, kasihan sekali anak tersebut.

Jadi orang kaya sangat membosankan kehidupanya bangun berangkat kerja - macet - kerja di kantor - pulang - macet - tidur malam dan begitu setiap harinya bahkan kehidupanya individu jarang bertetangga samapai - sampai dengan tetangga sebelah tidak kenal.
Jadi jangan ingin jadi orang yang kaya, lebih baik jadi orang yang sederhana yang hidup bertetangga yang rukun aman dan semangat menjalani hidup.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar